Gambaran Umum Program Aceh Tahap I
Program Rebuilding Women’s Reproductive Health Care and Promoting Women’s Human Right in Post-Tsunami Aceh merupakan program kolaborasi antara KAPAL Perempuan, PULIH, dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) untuk meningkatkan peran aktif perempuan Aceh di masa pemulihan pasca bencana dengan menguatkan kapasitas perempuan Aceh dalam hal pendidikan kepemimpinan, dukungan psiko-sosial, pelayanan kesehatan reproduksi, pemahaman mengenai isu perkembangan anak, serta pengorganisasian komunitas. Program ini telah dilakukan selama 2 tahun 5 bulan, sejak 1 Juli 2005 sampai 31 Desember 2007. Kegiatan yang dilaksanakan dalam Program Rebuilding Women’s Reproductive Health Care and Promoting Women Human’s Rights in Post Tsunami Aceh ini adalah menyelesaikan kegiatan pendidikan dan pengorganisasian di 13 barak dampingan di Banda Aceh dan Aceh Besar selain memperkuat program studi kebidanan NAD dengan mengintegrasikan perspektif gender ke kurikulum D3 Kebidanan dan memberikan beasiswa. Secara umum kedua kegiatan yang berbeda ranah ini telah berhasil dilakukan oleh keempat organisasi yang tergabung dalam program ini, yaitu KAPAL Perempuan, PULIH, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Yayasan Pendidikan Kesehatan Perempuan (YPKP).
Keberhasilan kegiatan-kegiatan tersebut tercermin dari empat hal. Pertama adalah mulai berfungsinya kelompok-kelompok perempuan di 13 barak dampingan sebagai kelompok yang dapat mengembangkan inisiatif-inisiatif baru termasuk pengembangan ekonomi dan advokasi. Kedua, teridentifikasinya pemimpin perempuan di 13 barak yang potensial mengembangkan proses pendidikan dan pengorganisasian di wilayah relokasi. Ketiga, tersusunnya 3 modul pendidikan dan pengorganisasian di 13 barak dampingan oleh KAPAL, PULIH, dan IBI yang dapat direplikasi oleh pihak lain dan publik. Dan keempat, terkuatkannya Program Studi Kebidanan dan mahasiswa di Akademi Kebidanan NAD.
KAPAL Perempuan selaku koordinator program Rebuilding Women’s Reproductive Helath Care and Promoting Women’s Human Rights in Post Tsunami Aceh yang bekerja sama dengan IBI dan PULIH memberikan pendidikan dan pengorganisasian di 4 barak pengungsian dan 3 desa tempat relokasi pengungsi, yaitu barak TVRI di Neuheun, Barak Beurangong, Barak Punge, dan Barak Lamceu, serta Desa Jalan Tengah, Desa Lampulo, dan Desa Tibang. Adapun pendidikan dan pengorganisasian yang diberikan oleh KAPAL Perempuan telah memasuki materi tentang prinsip-prinsip kelompok, visi dan misi kelompok, serta materi tentang koperasi simpan-pinjam sebagai bekal untuk mendirikan koperasi simpan-pinjam perempuan. Materi mengenai koperasi yang diberikan adalah konsep koperasi simpan-pinjam, peraturan dan sistem koperasi simpan-pinjam, serta pembukuan. Koperasi simpan pinjam ini nantinya akan dikelola sendiri oleh anggota kelompok, sementara KAPAL Perempuan bertugas untuk memonitoring. Koperasi simpan pinjam merupakan salah satu upaya KAPAL Perempuan dalam meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan sehingga perempuan memiliki posisi tawar dalam keluarga, lingkungan, dan masyarakat. Untuk semakin memperkuat kelompok, dilakukan juga pertemuan tambahan yang khusus diperuntukkan bagi seluruh pengurus kelompok dari barak-barak dampingan KAPAL Perempuan yang bertujuan agar pengurus kelompok semakin bertambah kapasitasnya dalam memimpin kelompok. ***