Capaian Program “Rebuilding Women’s Reproductive Health Care and Promoting Women’s Human Right in Post-Tsunami” Aceh


Kegiatan-kegiatan yang dilakukan hingga bulan Desember 2007 sudah mencapai sebagian besar output yang direncanakan, meskipun ada beberapa kegiatan yang belum mencapai outputnya. Adapun capaian-capaian kegiatan di atas diindikasikan oleh hal-hal berikut ini:

  1. Ada sekitar 500 orang perempuan yang terlibat dalam proses pendidikan dan pengorganisasian di 13 lokasi dampingan program. Mereka ini telah terlibat aktif dalam proses pendidikan keadilan gender, peningkatan life skill, pendidikan baca tulis, pengembangan usaha ekonomi, dan credit union di masing-masing kamp.
  2. Semakin kuatnya kapasitas 18 kelompok perempuan yang sudah terbentuk di 13 barak dampingan. Melalui kelompok-kelompok ini usaha pemulihan Aceh dan pengembangan pemimpin perempuan mulai terwujud.
  3. Meningkatnya kesadaran dan keberanian perempuan sehingga mampu berperan dalam pengambilan keputusan di barak/komunitasnya dan dalam usaha mengadvokasi persoalan-persoalan yang mereka hadapi.
  4. Adanya 2 buah modul yang siap dipublikasikan, yaitu modul kepemimpinan perempuan dan modul psikososial berbasis komunitas
  5. Adanya pertemuan rutin setiap minggu untuk 500 orang perempuan di 13 barak yang didampingi.
  6. Adanya 50 orang pemimpin perempuan di kelompok-kelompok yang telah memiliki perspektif keadilan gender. Para pemimpin ini telah dilatih melalui training Leadership yang dilakukan setiap bulan sekali.
  7. Adanya 50% peserta training kepemimpinan perempuan yang potensial untuk mengembangkan kelompok perempuan baru di tempat relokasi
  8. Adanya 15 kelompok usaha dan kelompok simpan pinjam yang dapat diakses oleh anggota dan warga barak lainnya. Kelompok ini telah menjadi lembaga keuangan alternatif di kamp dan sekaligus juga membantu memfasilitasi pengembangan life skill warga barak khususnya perempuan.
  9. Terinisiasinya cikal bakal pembentukan federasi Credit Union perempuan hasil pengorganisasian program tahap 1 dengan nama Inong Besare. CU-CU yang akan menjadi federasi ini telah mengelola dana sebesar Rp. 149.386.030,-
  10. Adanya 30 bidan yang memiliki keterampilan leadership untuk mengorganisir kelompok perempuan di kamp
  11. Adanya 150 orang bidan yang memberikan pelayanan kebidanan sensitive gender
  12. Adanya sosialisasi modul yang mengintegrasikan perspektif keadilan gender ke dalam kurikulum kebidanan di Poltekkes NAD dan Poltekkes Medan
  13. Diimplementasikannya modul-modul pembelajaran sensitive gender pada proses PBM di Poltekkes NAD dan Poltekkes Medan
  14. Adanya kegiatan terstruktur untuk monitoring dan evaluasi hasil kegiatan melalui pertemuan rutin
  15. Adanya 60 orang mahasiswa yang menerima beasiswa yang terbagi atas 20 orang mahasiswa dari NAD yang menerima dukungan penuh (full scholarship) dan 42 orang mahasiswa dari Nias yang mendapatkan dukungan sebagian (partial scholarship).
  16. Adanya sebuah proses evaluasi partisipatif terhadap proses pelaksanaan program Beudoh Inong yang dihadiri oleh seluruh tim program dari KAPAL, Pulih, dan IBI.
  17. Adanya evaluasi penerapan modul Kepemimpinan Perempuan dan Pemulihan Psikososial Berbasis Komunitas serta buku Pengalaman Melakukan Pendampingan dan Pelayanan Kesehatan Reproduksi Perempuan
  18. Terlibat aktif dalam jaringan NGOs lokal di Aceh dan mempromosikan isu-isu kepemimpinan, kesehatan reproduksi, pemulihan dan pendidikan perempuan menjadi tema-tema diskusi dalam jaringan ini.
  19. Adanya koordinasi rutin dan komunikasi yang intensif antara ke empat organisasi pelaksana program baik di Jakarta maupun di Aceh. Di tingkatan SC pertemuan koordinasi dilakukan setiap satu bulan sekali di Jakarta, sedangkan untuk tim lapangan di Aceh, pertemuan koordinasi dilakukan setiap dua minggu sekali.
  20. Adanya kesekretariatan di Jakarta dan di Aceh yang berfungsi sebagai tempat untuk mengkoordinir kegiatan program Aceh baik di Jakarta maupun di Aceh.
  21. Adanya sebuah workshop untuk penyusunan proposal secara partisipatif untuk program Aceh tahap 2 yang dihadiri oleh pertemuan seluruh tim Beudoh Inong.
  22. Adanya 1 buah proposal kegiatan program Aceh tahap 2 yang sudah disetujui oleh Ford Foundation untuk periode program Januari 2008 – Juni 2009.
  23. Adanya proses monitoring dan evaluasi yang partisipatif yang dilakukan setiap bulan oleh masing-masing organisasi, 3 bulanan dan evaluasi akhir yang dilakukan melalui beberapa kegiatan yaitu: 1) pertemuan tim, 2) kunjungan lapangan, 3) workshop evaluasi dan refleksi pelaksanaan program selama periode Januari – Desember 2007.
  24. Adanya survey dan pemetaan wilayah-wilayah relokasi potensial untuk pengembangan program pasca relokasi di 3 desa yaitu 1) Kp. Persahabatan, Desa Neheun, Kab. Aceh Besar, 2) Desa Lambaet, Kab. Aceh Besar, dan 3) Desa Tibang, Kotamadya Banda Aceh.
  25. Adanya sebuah laporan narasi dan keuangan final periode Januari - Desember 2007

Namun demikian, ada 2 indikator yang belum tercapai selama periode ini yaitu, yaitu:

  1. Adanya 1 buku tentang pembelajaran dan pengalaman melakukan pendidikan dan pengorganisasian di 13 barak/kamp dampingan program yang telah diprint dan dipublikasikan
  2. Adanya 1 modul penguatan kesehatan reproduksi perempuan yang sudah dipublikasi