Barak Beurangong
RINGKASAN
PERIODE JANUARI–FEBRUARI 2007
Barak Beurangong terletak di Kecamatan Kuta Baru, Kabupaten Aceh Besar. Letak geografi barak ini berbatasan sebelah utara dengan kecamatan Darusalam, sebelah Selatan dengan Blang Bintang, sebelah Barat dengan Baruna Jaya/Cet Iri, dan sebelah Timur dengan Kecamatan Montasik. Jumlah Barak yang berada di Beurangong ada 5 Barak. Barak 1-4 ada 12 kamar. Sedangkan barak 5 ada 7 kamar. Jumlah kamar seluruhnya ada 55 kamar.
Kondisi di barak ini adalah janda 8 orang dan duda 2 orang. Barak ini memiliki tokoh informal laki – laki; T M. Yusuf Amin, dan Maryusuf. Tokoh perempuan: Ibu Titin Eriani, Hasmidar, dan Nartijah. Pekerjaan warga barak adalah: laki-laki berprofesi sebagai wiraswasta, nelayan, tukang becak, berjualan, PNS, dan sopir. Perempuan sebagai guru honor, penjahit, IRT, PRT, jualan, bidan, PNS, penjahit, pembuat kue, dan petani.
Peta masalah – masalah di barak meliputi sanitasi lingkungan, trasportasi, terbatasnya akses terhadap fasilitas umum dan kesehatan serta konflik antar penghuni barak. Sedangkan pola – pola kekuasaan yang terjadi decamp yakni adanya kecenderungan satu orang (pak cik) yang berusaha menguasai akses bantuan karena ia merada memilki wilayah kekuasan. Dalam wilayah rumah tangga, laki-laki sebagai kepala keluarga yang mencari uang, perempuan hanya mengurusi pekerjaan rumah saja, apabila ingin melakukan sesuatu atau mengikuti kegiatan harus izin suami.
Demografi (data kependudukan) menunjukkan bahwa jumlah pengungsi awalnya 228 jiwa dengan laki-laki 120 orang dan perempuan 108 orang.
Profil Kelompok
Saat ini kelompok yang sudah terbentuk adalah kelompok Perempuan Mandiri. Jumlah anggota kelompok ini sebanyak 22 orang. Kelompok ini juga merupakan kelompok diskusi dan sekaligus sebagai koperasi simpan pinjam bagi anggota kelompok. Dana yang sudah diturunkan KAPAL ke kelompok ini sebanyak Rp. 22.000.000,- (Dua puluh dua juta rupiah). Yang akan di pergunakan untuk usahanya masing-masing. Anggota yang sudah mengambil pinjaman ke kelompok sebanyak 20 orang. Sedangkan dua orang lagi belum mengambil pinjamannya.
Permasalahan yang dirasakan oleh kelompok saat ini adalah pertama, adanya kecurigaan beberapa angota kelompok yang merasa ditipu oleh KAPAL Perempuan karena dana pinjaman yang sudah diturunkan akan diminta kembali oleh KAPAL Perempuan. Hubungan anggota kelompok dan antar pengurus kurang harmonis.