Kegiatan

Belajar dari Kehidupan

“Tidak mudah membangun gerakan perempuan karena ada penolakan dari keluarga terdekat, yaitu suami.  Tapi tantangan itu justru membuat perempuan semakin kuat. Semula saya berpikir, itu rasanya tidak mungkin terjadi pada perempuan”. Demikian salah satu pernyataan dari seorang mahasiswa dari Hanyang University, Korea dan Institute of Asian and Africa Studies, Moscow State University setelah belajar selama

[ Read More ]

Tekad Perempuan – Kemerdekaan Perempuan 17 Agustus 2016

Upacara adalah media, tetapi makna KEMERDEKAAN bagi perempuan adalah mengenali belenggu penindasan pada dirinya dan berjuang melepaskannya. Momentum memperjuangkan KEMERDEKAAN dilakukan oleh para perempuan di bantaran sungai Ciliwung bersamaan dengan peringatan kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 2016. Yang terpenting dalam upacara ini, para perempuan Bantaran Sungai Ciliwung menyadari bahwa KEMERDEKAAN PEREMPUAN masih harus diperjuangkan. Salah satunya

[ Read More ]

Jika Tidak Mendengar Suara Perempuan, Tak Mungkin Mengetahui Kebutuhan Mereka

Ada 159 Anggota Sekolah Perempuan dari Kelurahan Rawajati, Bidaracina dan Kampung Jati mengikuti diskusi “Advokasi Pengarusutamaan Gender (PUG) di Bidang Ekonomi diselenggarakan oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) DKI Jakarta pada 31 Mei, 1-2 Juni 2016.  Kegiatan ini diselenggarakan di tiga kelurahan secara terpisah. Ini baru pertama kali pemerintah mengundang anggota Sekolah

[ Read More ]

Refleksi Bersama Membangun Platform Gerakan Perempuan dengan Perspektif Feminisme dan Pluralisme

Surabaya, 15 Agustus 2016 Menjelang 71 tahun  Indonesia merdeka, kemerdekaan apakah yang telah didapat perempuan Indonesia? Perempuan belum mendapat kemerdekaan, tak banyak yang berubah pada kondisi perempuan Indonesia. Inilah yang muncul dalam Peluncuran buku Tumbuhnya Gerakan Perempuan Indonesia Masa Orde Baru yang dilanjutkan dengan Seminar yang merupakan kerjasama Institut KAPAL Perempuan, FISIP-Unair dan ASWGI (Asosiasi

[ Read More ]

Peluncuran Sekolah Perempuan Pulau Kabupaten Pangkep

sebuah awal untuk mengubah hidup perempuan miskin pulau untuk kesetaraan dan kesejahteraan (sebuah catatan kecil) “Saya sengaja membawa perahu ini sebagai simbol perjuangan saya untuk mendapatkan pengakuan sebagai nelayan perempuan. Saya telah melaut sejak umur saya 12 tahun untuk menghidupi keluarga saya. Tapi karena saya perempuan, saya tidak pernah diakui sebagai nelayan, karena itulah saya

[ Read More ]

Politik Perempuan Pulau

Perempuan pulau tidak pernah punya pilihan selain mengikuti pilihan suami dan orang tuanya. Apalagi pilihan politik menentukan pemimpinnya. Saat ini, mereka merasa waktunya untuk berubah. Mereka mulai merebut ruang dan kesempatan untuk menentukan pilihannya sendiri. Selama ini, dalam memilih pemimpinnya, perempuan pulau di Kabupaten Pangkep (Pangkajene dan Kepulauan) hanya mengikuti pilihan orang tua, suami. Kadang

[ Read More ]

“Komunitas Belajar Perempuan Akar Rumput untuk Membangun Kepemimpinan Perempuan dan Penghentian Kemiskinan”

Salah satu strategi yang dikembangkan dalam Gerakan Gender Watch-MAMPU adalah membangun komunitas-komunitas belajar di tingkat desa dan kampung-kampung. Mereka belajar dalam wadah Sekolah Perempuan untuk memperkuat perspektif gender, membangun toleransi dan mengembangkan kemampuan untuk keluar dari kemiskinan. Setelah berlangsung 1 tahun, Yayasan Alfa Omega (YAO-Kupang) menyelenggarakan Peluncuran Sekolah Perempuan. kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkenalkan keberadaan

[ Read More ]

Membahas Kesehatan Reproduksi, Memecah Tabu

(Sebuah catatan fasilitator training Kepemimpinan Perempuan dan Perlindungan Sosial tahap 1 di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan) Sebagai fasilitator materi Seksualitas dan Kesehatan Reproduksi, saya memulai sesi dengan pertanyaan ‘bila melakukan hubungan seksual dengan terpaksa, dimana letak sakitnya ya bu?.’ Secara spontan dan serentak ibu-ibu menjawab sambil tangan menirukan Cita-Citata, penyanyi dangdut, ‘disini’ (tangan

[ Read More ]

Stigma Buruk Janda

Pandangan masyarakat kita yang dipengaruhi oleh budaya patriarkhi seringkali memberi rasa tidak adil terhadap perempuan yang menyandang status janda. Sebutan ‘janda gatal’ dan ‘perebut suami orang’ seringkali dialamatkan kepada janda. Walaupun sama-sama berstatus janda, perempuan yang ditinggal mati oleh suaminya atau karena cerai mati dianggap lebih bermartabat oleh masyarakat dibandingkan dengan perempuan yang menyandang status

[ Read More ]

Audit Gender Berbasis Komunitas

“Jangan kaget dengan hasil temuan kami ini yaitu adanya pemalsuan KTP, pungutan liar, kelompok-kelompok fiktif, dana SPP yang diakses oleh golongan sosial menengah keatas dan sulit diakses oleh perempuan miskin sehingga tidak tepat sasaran, persyaratan yang sulit, pencairan dana yang lama, pinjaman dana hanya habis untuk kebutuhan hidup sehari-hari dan tidak cukup untuk usaha. Inilah

[ Read More ]