Wacana

Sujatin, Penggagas Kongres Perempuan Indonesia Tahun 1928

Setiap tanggal 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu yang biasanya dirayakan dengan memberikan ucapan terima kasih atas peran-peran domestik perempuan. Mengukuhkan peran domestik perempuan. Padahal berdasarkan sejarah, tanggal tersebut diperingatinya sebagai tonggak Pergerakan Perempuan Indonesia yang ditandai dengan diselenggarakannya Kongres Perempuan Indonesia yang pertama pada tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta. Dalam kongres tersebut, agendanya

[ Read More ]

Auw Tjoei Lan: Pejuang Perempuan Tionghoa dalam Memberantas Perdagangan Perempuan

Seri Tokoh Perempuan Nusantara (1) Auw Tjoei Lan, seorang perempuan Tionghoa yang memiliki dedikasi tinggi dalam memberantas perdagangan perempuan. Dia lahir di Majalengka pada tahun 1889 dan berasal dari keluarga yang berkecukupan dan cukup terpandang. Ayahnya Auw Seng Ho adalah seorang Kapitan Tionghoa dan pemilik kebun tebu dan pabrik gula dan dikenal sering melakukan kegiatan

[ Read More ]

Interview with Misiyah: Gender Parity in Education is Important

TUESDAY, APRIL 04, 2017 Misiyah, Director, Institute for Alternative Education for Girls: Gender Parity in Education is Important Indonesia’s child marriage rate stands at 23 percent, in spite of the Central Statistics Agency (BPS) report, prepared in collaboration with the United Nations Children’s Fund (Unicef). According to the 2016 report, last year’s child marriage rate

[ Read More ]

Merawat Kebhinekaan dan Demokrasi di Indonesia

“Kebhinekaan dan Demokrasi” bukan semata-mata peristiwa publik, namun keduanya ada dan bergerak mulai dari ruang-ruang privat dari dalam kehidupan pribadi, keluarga-keluarga dan komunitas terdekat. Kebhinekaan dan demokrasi ada dalam pikiran, kesadaran kritis dan sikap-sikap perilaku sehari-hari. Kesadaran dan tindakan ini kemudian dipupuk dan digerakkan menjadi kesadaran kolektif, dimulai dari membuka sekat atas identitas masing-masing, membangun

[ Read More ]

Sunat Perempuan: Kekerasan Seksual terhadap Perempuan yang Diabaikan Negara

Bermula dari dihilangkannya indikator sunat perempuan dalam dokumen pembahasan tujuan 5 SDGs tentang kesetaraan gender di Bappenas pada 26 Juli 2016.  Untuk mencegah hilangnya indikator tersebut maka Koalisi Masyarakat Sipil untuk SDGs menyelenggarakan Konferensi Pers (4 Agustus 2016) karena sunat perempuan merupakan salah satu kekerasan seksual terhadap perempuan. Sayangnya negara menganggap ini bukan masalah di

[ Read More ]

Aspek-aspek Perubahan dalam Pendidikan Feminis

Terinspirasi oleh tulisan St Sunardi (2002) dalam artikelnya yang berjudul Mencari Profil Pendidikan Kritis, KAPAL Perempuan mencoba mengembangkan aspek-aspek perubahan ini yang penamaannya hampir mirip atau bahkan sama seperti yang diperkenalkan oleh St Sunardi tetapi dengan uraian yang berbeda karena dikontekskan dengan pengalaman KAPAL selama ini. Pendidikan feminis dapat dikatakan berhasil jika aspek-aspek penting dalam

[ Read More ]

Prinsip-prinsip Pendidikan Feminis

Apa saja prinsip-prinsip yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan pelatihan untuk menumbuhkan dan meningkatkan sensitivitas keadilan gender? (1) Partisipatif dan Dialogis Metodologi yang sering digunakan dalam pendidikan feminisme adalah pendidikan yang partisipatif dan dialogis. Cara-cara pendidikan seperti ini juga diterapkan dalam pendidikan kritis untuk kaum tertindas. Tetapi dalam sistem pendidikan yang dominan, metodologi ini sangat jarang

[ Read More ]

Ringkasan Sejarah Perlindungan Sosial di Indonesia

Era Soekarno Presiden Soekarno menetapkan UU No.33/1947 jo UU No.2/1951 tentang kecelakaan kerja, Peraturan Menteri Perburuhan (PMP) No.48/1952 jo PMP No.8/1956 tentang pengaturan bantuan untuk usaha penyelenggaraan kesehatan buruh, PMP No.15/1957 tentang pembentukan Yayasan Sosial Buruh, PMP No.5/1964 tentang pembentukan Yayasan Dana Jaminan Sosial (YDJS), diberlakukannya UU No.14/1969 tentang Pokok-pokok Tenaga Kerja. Era Soeharto Masa

[ Read More ]

Feminisasi Kemiskinan

Potret Buruknya Pemenuhan Hak-Hak Perempuan[1] Sampai berakhirnya Millenium Development Goals (MDGs) tahun 2015 dan RPJMN 2009-2014 yang dipatok 8%-9% dan target MDGs 7,5% masih gagal di Indonesia. Upaya pemerintah melalui kebijakan, program dan anggaran pemerintah masih menyisakan pekerjaan rumah yang harus serius dituntaskan. Memang ada perkembangan baik, yang ditunjukkan dari data kuantitatif bahwa angka kemiskinan

[ Read More ]