LSM KAPAL Perempuan: Toleransi Keberagamaan Harus Masuk Kurikulum Pendidikan

Jakarta, Laporannews – Direktur Institute Lingkaran Pendidikan Alternatif untuk Perempuan atau KAPAL Perempuan, Misiyah, mengatakan agar pemerintah harus segera ambil sikap dalam membendung derasnya intoleransi di tengah masyarakat. Ia mengusulkan agar ide toleransi dimasukan ke dalam kurikulum pendidikan.

“Saya menghimbau kepada pemerintah agar segera membendung ideologi-ideologi intoleran ditengah masyarakat kita. Oleh karena itu, saya mengharapkan agar pemerintah atau Menteri Pendidikan membuat kurikulum pelajaran tentang toleransi dan plularisme di sekolah-sekolah,” cetusnya di Restoran Djikini, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (21/11).

Misiyah mengatakan, hal yang demikian dilakukan agar para guru juga belajar tentang keberagamaan.

“Kita tidak bisa pungkiri, peran guru itu sangat penting dalam membentuk mindset para murid yang masih menginjak masa remaja. Masa-masa remaja itu kan labil. Maka penting sekali untuk dibimbing mengenai toleransi keberagamaan. Oleh karena itu, para guru pun harus banyak belajar mengenai wacana-wacana toleransi dan keberagamaan, jangan malah turut andil menyebarkan paham radikalisme,” imbuhnya.

Selain itu, Misiyah juga mengusulkan kepada Menteri Agama untuk menghapus Perda-Perda yang berbasis syariah.

“Perda-Perda yang berbasis syariah juga turut mengundang sikap intoleransi di tengah umat. Akhirnya yang terjadi diskriminasi bagi mereka-mereka yang tidak mengenakan jilbab di sekolah misalnya. Bahkan para guru pun juga ikut menyindir. Ini kalau didiamkan tentu akan semakin berkembang,” tegasnya.

Ia menambahkan, isu dan wacana tentang kebhinekaan harus terus diprogramkan ke masyarakat bawah.

“Gagasan toleransi, persatuan dan Kebhinekaan hanya dikonsumsi pada kalangan atas saja. Padahal menurut saya yang memegang peranan penting adalah masyarakat di gress root inilah yang perlu kita sadarkan. Ini merupakan PR buat kita bersama. Saya meminta kepada seluruh elemen masyarakat maupun lembaga-lembaga keagamaan juga turut berpartisipasi,” pungkasnya.

 

Sumber: http://laporannews.com/index.php/nasional/item/1388-misiyah-toleransi-keberagaman-harus-masuk-dalam-kurikulum-pendidikan