Mengembangkan Pengetahuan dari Pengalaman

MENANG JADI ARANG, KALAH JADI ABU

Sebuah peribahasa yang artinya menang atau kalah dalam sebuah pertikaian, keduanya sama-sama merugi.

Perdamaian hanya mungkin terjadi jika mereka yang berkonflik mengingat peristiwa yang paling menyakitkan tapi tidak mendendam, melupakan apa yang mesti dilupakan dan mengingat sesuatu yang menjadikannya mereka kembali bersatu.

Tidak perlulah orang menjadi arang atau abu terlebih dahulu untuk menyadari kehancuran yang disebabkan oleh konflik apalagi membiarkan hal itu terjadi. Lian Gogali menyampaikan konflik Poso dan upaya-upaya perdamaian yang dilakukan oleh perempuan pada diskusi Perencanaan Strategis Perkumpulan KAPAL Perempuan, 30 September 2017.

Dalam membangun perdamaian di Poso adalah perlawanan terhadap narasi yang dikontruksikan bahwa itu adalah konflik agama, Kristen melawan Islam, korban terbanyak dari Kristen, korban konflik berikutnya lebih banyak orang Islam, sibuk mengingat peristiwa mutilasi, berlomba-lomba menjadi korban. Kemarahan kembali menguat. Lalu untuk apa?

Bersama para perempuan dari dua belah pihak, Lian membagikan pengalaman mengenai pentingnya mengingatkan kembali bahwa mereka pernah hidup bersama, saling membantu, bersama-sama bertukar hasil bumi di pasar untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Kenangan kehidupan masa lalu dalam kebersamaan itu yang dibangkitkan. Mereka saling berbagi, saling membutuhkan.


Para perempuan itu juga punya pengalaman yang sama lari ke hutan dalam ketakutan, lalu keduanya bertemu di hutan dalam situasi yang sama, dalam ketakutan. Laku sebenarnya mereka lari dari siapa? Takut kepada siapa? Siapa lawannya jika keduanya sama-sama lari dan dalam ketakutan?

Mengembalikan ingatan tentang kebersamaan, pengalaman ketakutan yang sama, kerugian dan kehancuran yang dirasakan kedua belah pihak merupakan salah satu cara untuk membuka kesadaran bahwa konflik tidak pernah memberikan keuntungan apapun pada kedua belah pihak.