Penandatangan MoU Pusat Kajian Gender dan Pembangunan Berkelanjutan Universitas Hamzanwadi

Cita-cita Institut KAPAL Perempuan dan LPSDM untuk bekerjasama dengan Universitas Hamzanwadi di Lombok Timur untuk mendirikan Pusat Kajian Gender dan Pembangunan Berkelanjutan akhirnya tercapai. Pada tanggal 11 Januari 2018 ditandatangi MoU atau Nota Kesepahaman untuk bekerjasama untuk 5 tahun ke depan.

Penandatangan MoU diwakili oleh Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah,M.Pd (Rektor Universitas Hamzanwadi), Bahran Ilmi SP (Direktur LPSDM) dan Misiyah, M Si (Direktur Institut KAPAL Perempuan).

Kegiatan yang mendapat support dari Program MAMPU ini kemudian dilanjutkan dengan seminar yang membahas “Sinergi Perguruan Tinggi dan Organisasi Masyarakat Sipil untuk Mewujudkan Keadilan, Kesetaraan Gender dan Inklusif dalam Implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan” dengan narasumber Dr. Khirjan Nahdi (Purek I, Universitas Hamzanwadi), Ririn Hayudiani (Wakil Direktur LPSDM), Misiyah (Direktur Institut KAPAL Perempuan) dan Dr. Irwan Hidayana dari Pusat Kajian Gender dan Seksualitas , Universitas Indonesia.
Dimulai dengan workshop pada 10 Januari 2018 yang pesertanya 25 dosen dari berbagai disiplin ilmu yang akan terlibat dalam pengelolaan Pusat Kajian Gender dan Pembangunan Berkelanjutan. Workshop ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman isu gender, kemiskinan, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, pemetaan masalah krusial di Lombok Timur, perumusan visi, misi dan roadmap untuk 5 tahun ke depan.

Beberapa isu krusial yang ditemukan adalah angka perkawinan anak yang mencapai 67,15%, angka kematian ibu, kekerasan terhadap perempuan, feminisme kemiskinan PRT Migran dan angka Perempuan Kepala Keluarga yaitu 130.320 dari 333.290 KK. Para KK perempuan ini sulit mengakses program pemerintah dan hidup dalam kemiskinan. Diharapkan Pusat Kajian Gender dan Pembangunan Berkelanjutan ini dapat merespon masalah-masalah di NTB dan secara khusus di Lombok Timur.