Perempuan untuk Memperkuat Nilai-Nilai Kemerdekaan

SEKITAR 160 perempuan yang terdiri dari anggota Sekolah Perempuan dari Kelurahan Bidara Cina, Jatinegara Kaum, Rawajati, Institut KAPAL Perempuan, aktivis perempuan dan Pekerja Rumah Tangga (PRT), tadi pagi melaksanakan upacara dalam rangka memeringati Hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia di Gelanggang Remaja, Jakarta Timur, Kamis (17/8).

Direktur Institut KAPAL Perempuan Misiyah dalam rilisnya yang diterima mediaindonesia.com di Jakarta menjelaskan bahwa kegiatan yang melibatkan keseluruhan perempuan itu bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan penghargaan terhadap kebhinekaan sebagai upaya pencegahan penguatan menurunnya nasionalisme dan intoleransi.
“Kami berharap, anggota Sekolah Perempuan dan para perempuan yang bekerja di komunitas-komunitas dapat menyebarkan nilai-nilai tersebut di lingkungannya. Jika tidak ada toleransi dan nilai kebhinekaan, perempuan yang akan mengalami dampak serius. Mereka akan didiskriminasi karena jenis kelaminnya dan mungkin juga karena suku, agamanya,” ujar Misiyah.

Untuk meningkatkan sikap nasionalisme, Misiyah mengatakan bahwa dalam kegiatan upacara bendera tersebut juga dibacakan pembacaan ikrar perempuan untuk terus memperjuangkan kemerdekaan. Selain itu, panitia menyelenggarakan lomba Cosplay (Costum Play) dengan memakai pakaian khas pahlawan/tokoh nusantara khususnya perempuan.
Hal itu juga dimaksudkan agar mereka mengenal para pejuang tersebut dan mampu menginspirasi perjuangan perempuan ke depannya.

Pahlawan/tokoh yang terpilih adalah Rohana Kudus, Nyi Ageng Serang, Malahayati, Siti Manggopoh, Maria Walanda Maramis, Martha Christina Tiahahu, Cut Nyak Meutia, HR Rasuna Said, Cut Nyak Dhien, Siti Soendari, Marsinah, Emmy Saelan, Dewi Sartika, Maria Ulfa, Pocut Baren, Bung Hatta, Tan Malaka, Urip Sumohardjo dan lain-lain.

  

Kegiatan yang sama akan diselenggarakan di wilayah-wilayah yang telah didirikan Sekolah Perempuan, yaitu di Kabupaten Gresik (Jawa Timur), Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Pangkep/Pangkep (Sulawesi Selatan), Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara (NTB), Kabupaten Kupang (NTT) dan Kota Padang (Sumbar).
Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia yang diinisiasi oleh para perempuan di berbagai wilayah yang menjadi satu jaringan bersama ini dilakukan juga untuk menegaskan bahwa di dalam sebuah bangsa yang merdeka maka perempuannya juga harus merdeka.

Untuk memperjuangkan kemerdekaan perempuan, ujar dia, perlu ada campur tangan pemerintah dan DPR yang menjadi pendengar, penyampai aspirasi dan pelayan bagi rakyatnya.

Pada kesempatan tersebut, Misiyah yang mewakili ratusan perempuan tersebut menyerukan dan mendesak kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk memperkuat pelaksanaan pengarusutamaan gender di berbagai kementrian dan lembaga untuk memastikan pemberdayaan perempuan. Tak kalah pentingnya ialah, penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan perlindungan perempuan dilaksanakan di segala bidang.
Berikutnya diharapkan, Kementerian Agama memastikan bahwa nilai-nilai keagamaan yang berkembang di Indonesia menyebarkan nilai-nilai penghargaan terhadap keberagaman, toleransi dan penghargaan terhadap perempuan.

Demikian juga, Kementerian Dalam Negeri diminta untuk mencabut dan mencegah keluarnya peraturan-peraturan daerah yang diskriminatif terhadap kelompok tertentu dan perempuan.

Kementerian Hukum dan HAM untuk memastikan penghentian pelanggaran HAM terhadap kelompok-kelompok minoritas dan perempuan.
Dan juga, Kementerian Ketenagakerjaan untuk mencabut peraturan-peraturan yang mendiskriminasi buruh perempuan, membuat kebijakan tentang perlindungan PRT domestik dan PRT Migran.

Selain itu, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) segera mengesahkan berbagai Rancangan Undang-Undang yang melindungi perempuan, terutama RUU Kesetaraan dan Keadilan Gender.
Imbaun juga disampaikan kepada Presiden Joko Widodo, baik sebagai kepala negara dan sekaligus Duta “He for She” memastikan dan memberikan jaminan perlindungan perempuan di segala aspek kehidupan.

(OL-3)
http://mediaindonesia.com/…/perempuan-untuk-memp…/2017-08-17