Pernyataan Sikap Jaringan GENDERANG Perdamaian “Menyatakan Sikap Terhadap Peledakan Bom di Tiga Gereja di Kota Surabaya”

Kami dari berbagai wilayah Indonesia yang bergabung dalam Jaringan GENDERANG Perdamaian; Gerakan Pendidikan Kesetaraan Gender dan Perdamaian menyampaikan duka dan doa sedalam-dalamnya kepada korban dan keluarganya, sekaligus “Menyatakan Sikap Terhadap Peledakan Bom di Tiga Gereja di Kota Surabaya”:

1. Mengecam keras terhadap pelaku teror bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya dan menolak penggunaan agama untuk kejahatan karena agama mengajarkan perdamaian.
2. Mengecam keras tindakan yang menjadikan perempuan sebagai aktor dalam aksi-aksi kekerasan.
3. Mendukung upaya aparat keamanan, aparat hukum dan seluruh elemen pemerintahan untuk melakukan tindakan tegas para pelaku dan kelompoknya. Mulai dari investigasi hingga menemukan pelaku, pihak-pihak terkait, aliran dana dan dokumen-dokumen terkait. Membuka hasil penyelidikan terhadap kasus-kasus terorisme sehingga dapat dilakukan pengawasan terhadap pihak atau kelompok yang diduga terkait dengan aksi terorisme.
4. Menghimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi, tidak mendukung aksi-aksi kekerasan dalam bentuk apapun, menghentikan seruan kebencian terhadap kelompok tertentu dan melaporkannya kepada aparat keamanan dan hukum.
5. Meminta Tokoh Agama untuk menghentikan kegiatan yang potensial mengarah pada ekstrimisme dan seruan kebencian.
6. Meminta media massa untuk tidak menayangkan ceramah agama dan orang-orang yang berpotensi mengajak melakukan kekerasan, membenci kelompok yang berbeda dan memecah belah masyarakat.

13 Mei 2018
Penanggung Jawab Pernyataan:
1. Rinta Yusna; Hp: 0857 55937638
2. Azharul Husna; HP: 0852 77848169
3. Indri Sembadra; HP; 0812 94210757

A. Organisasi yang menginisiasi:
1. GAMACCA, Sulawesi Selatan
2. Gerbang Bawean, Jawa Timur
3. Institut KAPAL Perempuan, Jakarta
4. KPS2K, Jawa Timur
5. Lembaga Pengembangan Sumber Daya Mitra(LPSDM), Nusa Tenggara Barat
6. Obor Perempuan, Sulawei Barat
7. Pondok PERGERAKAN, Kupang, Nusa Tenggara Timur
8. Sanubari Sulawesi Utara
9. Sikola Mombine, Sulawesi Tengah
10. Yayasan Teratai Hati Papua

B. Individu yang menginisiasi:
1. Abdul Basit, Bawean-Jawa Timur
2. Agustriana Halawa, Nias
3. Andi Inar Sahabat, Gorontalo
4. Anny Aisyah, Blora Jawa Tengah
5. Coco Jerico, Sulawesi Utara
6. Cristien, Sulawesi Tenggara
7. Edonajov Bangngu Riwu, NTT
8. Elisabeth Hendrika Dinan, NTT
9. Elisabeth Istilca, NTT
10. Elly Setiani, NTB
11. Florianus Geong, Papua
12. Frida Roman, Kab. Belu, NTT
13. Henny Rahayu, Sumatera Utara
14. Indah Retno Palupi, Jawa Timur
15. Indo Upe, Sulawesi Barat
16. Lutfiyah Handayani, Cirebon
17. Margareth Catherine, Ambon Maluku
18. Maria Asumpta Mere, NTT
19. Maria Wetipo, Papua
20. Martince Baleona, Poso
21. Mesry Merianti Tefa, NTT
22. Muzdalifa Tuahuns, Ambon
23. Monny Faah, NTT
24. Niluh Cindralyan, Sulawesi Tengah
25. Purnama Sari, Jakarta
26. Rahmawati Hari, Poso Sulawesi Tengah
27. Rebecca Nyuei, Jakarta
28. Rizky Awalita Nurdiani Putri, Sulawesi Selatan
29. Rosita, NTB
30. Sarinah, Bekasi
31. Siti Fanatus Syamsiyah, Jawa Timur
32. Sinta Ristu Handayani, Jawa Timur
33. Syamsinar Alwy, Sulawesi Selatan
34. Theresia Indriani Pratiwi, Kalimantan Tengah
35. Tirta Dewi Mahayogi, Bali
36. Tulu’ul Fajriani, NTB
37. Yerni Selly-Bolu, NTT
38. Yuliana Ema Atu, NTT