Pos PEREMPUAN; Pos Untuk Semua dan Memberikan Perhatian Khusus Pada Kelompok Paling Rentan

 

Inisiatif ini merupakan respons cepat dalam kondisi darurat atas gejala alam gempa bumi di Nusa Tenggara Barat, Minggu, 29 Juli 2018 gempa pertama yang pusatnya di Lombok Utara. Bantuan ini diutamakan untuk dusun-dusun terpencil di pegunungan dan lokasi yang sulit dijangkau.

Kami menginisiasi respons cepat ini dimulai dengan mengirim nasi bungkus di dusun-dusun terpencil sehari setelah gempa. Dengan anggaran saat itu terbatas sekitar 8 juta berasal dari sumbangan individu dan organisasi KAPAL Perempuan dan LPSDM. Dalam perkembangannya sumbangan mengalir dari para sahabat dekat, jaringan dari para sahabat, institusi dan komunitas-komunitas dan berbagai pihak yang belum kami kenal. Relawan yang membantu secara intensif juga datang dari pecinta alam PATAGA Indonesia yang bekerja langsung di desa Teniga.

Pos PEREMPUAN ini memprioritaskan bantuan ke dusun-dusun yang kurang mendapatkan perhatian, dusun terpencil pegunungan yang sulit dijangkau karena hanya dapat diakses dengan mengendarai motor. Bantuan sudah tersalurkan ditangan pengungsi di 61 dusun dan 13 desa dan menjangkau 12.542 jiwa dalam jangka waktu rata-rata 3-12 hari sebagian besar dari mereka berada di wilayah terpencil di Lombok Utara, NTB.

Khusus untuk 4 desa yang menjadi wilayah fokus Pos PEREMPUAN mendapatkan bantuan bahan makan mencukupi kebutuhan sekitar 2 minggu. Alokasi dana paling besar adalah untuk bahan makan karena sifatnya mendesak terutama di lokasi-lokasi terpencil. Selain itu, dialokasikan juga untuk kebutuhan khusus kelompok rentan dan kebutuhan umum sebagai berikut:

  • Bahan pokok: 8,5 ton beras disertai dengan lauk pauk berupa telur, minyak, gula, air mineral, kopi, ikan teri, sayur, biskuit, mie.
  • Bayi, balita, ibu menyusui: susu balita, makanan bayi, energen, sereal, popok, pakaian, minyak telon, gurita, kain bayi, tenda keluarga.
  • Perempuan: makanan, pembalut, celana dalam, BRA, pakaian layak pakai
  • Lansia: makanan, pakaian, selimut, baju hangat, bedcover
  • Umum: Tenda, Berugak (berugak masih dalam proses pembuatan) dan nasi bungkus untuk hari ke-1 sampai ke-3 paska gempa.

Kegiatan-kegiatan sosial dari Pos PEREMPUAN selain bantuan adalah:

  • Pendataan. Pendataan pengungsi dengan kategori laki, perempuan, lansia, difabel, bayi dan anak-anak dan pendataan untuk Usaha Ekonomi serta data lainnya.
  • Pengelolaan Tenda Pengungsian. Menginisiasi peraturan dan pembagian tugas dalam pengungsian, terutama untuk pencegahan pelecehan seksual di lokasi pengungsian.
  • Peringatan 17 Agustus. Memperingati Kemerdekaan Indonesia dengan kegiatan “Hias Merah Putih Tenda Pengungsian” dan permainan untuk anak-anak.
  • Pendidikan Masyarakat. Menyebarkan informasi-infomasi akurat, meluruskan berita hoax, melakukan edukasi bahwa gempa adalah peristiwa alam dan bagaimana meresponsnya. Penyadaran kebersihan, pemeliharaan lingkungan hidup, kesehatan reproduksi, pencegahan pelecehan seksual dan perkawinan anak.
  • Jaringan. Berjejaring dengan relawan, organisasi perempuan, organisasi masyarakat dan pemerintah.

JANGKAUAN

Sampai dengan laporan ini disusun, Pos PEREMPUAN menjangkau titik-titik pengungsian yang tersebar di 61 dusun dan 13 desa sebagian besar terpencil di Lombok Utara, NTB.

4 DESA LOKASI POS PEREMPUAN DENGAN PENANGANAN INTENSIF: 7.893 JIWA dan 8 DESA PERLUASAN: 4.649 JIWA

  1. Desa Sukadana: Dusun Kebon Patu, Segenter, Lokoq Buaq, Lokoq Kengkang, Labangkara (4 dusun): menjangkau 1.274 jiwa.
  2. Desa Bayan: Dusun Bual (dusun paling ujung sebelah barat Desa Bayan persis di kaki gunung Rinjani, sebelah jalur pendakian Rinjani, Senaru), Batu Jompang, Montong Baru, Dasan Tutul, Teres Genit, Nangka Rempek, Bayan Barat dan Dusun Bayan Timur (8 dusun): menjangkau 2.988 jiwa.
  3. Desa Sokong: Dusun Murnaga, Batumping, Murjumeneng, Orong Kelas, Orong Nagasari, Lendang Galuh, Pengembuk, Totie, Batu Ampar, Bengkoang, Gelumpang Geluk, Getak Gali, Karang Nangka, Karang Sobor, Kencong, Majalangu, Mengkudu, Prawira dan Tanak Sanggar (19 dusun): menjangkau 959 jiwa.
  4. Desa Teniga: Dusun Mekarsari, Dasan Tengak, Dasan Anyar, Murpubuan, Onggong Lauq, Onggong Daya, Beriri Genteng, Batu Lilir dan Dasan Baro (9 dusun): menjangkau 2.672 jiwa.
  5. Desa Sambi Elen: Dusun Barung Birak (1 dusun): menjangkau 584 jiwa.
  6. Desa Sesait: Dusun Sumur Pande Tengah, Sumur Pande Barat dan Barat Pawang (3 dusun): menjangkau 1.200 jiwa.
  7. Desa Malaka: Dusun Teluk Nara dan Kecinan (2 dusun): menjangkau 1.662 jiwa.
  8. Desa Santong: (2 dusun): menjangkau 600 jiwa.
  9. Desa Sigar Penjalin: Dusun Tembobor Lauq, Tembobor Daya, Sira Timur, Rangsot Barat, Penjalin, Lendang Berora dan Lendang Galuh (7 dusun): menjangkau 341 jiwa.
  10. Desa Pemenang Barat: Dusun Teluk Kombal (1 dusun): menjangkau 30 jiwa.
  11. Desa Tegal Maja: Dusun Leong Tengah, Leong Barat dan Leong Timur (3 dusun): menjangkau 138 jiwa.
  12. Desa Tanjung: Dusun Sorong Jukung (1 dusun): menjangkau 48 jiwa.
  13. Desa Medana: Dusun Kopang (1 dusun): menjangkau 46 jiwa

KEBUTUHAN YANG MENJADI FOKUS PERHATIAN KAMI UNTUK DIPENUHI:

Dalam masa Transisi Pemulihan yang dimulai sejak 26 Agustus 2018, kami mengidentifikasi bahwa kebutuhan pangan masih dibutuhkan. Kebutuhan-kebutuhan khusus yang menjadi perhatian kami antara lain:

  • Hunian sementara (Huntara) yang memadai. Hal ini penting sekali mengingat kondisi kehidupan di tenda sudah memasuki minggu ketiga sudah tidak kondusif. Beberapa kasus dan potensial terjadi dalam pengungsian adalah konflik, pelecehan seksual, perkawinan anak, dan lain-lain. Pembangunan hunian semacam BERUGAK merupakan salah satu pilihan karena sesuai dengan kebiasaan di Lombok, membuat rasa aman, nyaman dan tetap akan berguna pada saat rumah permanen dibangun.
  • Kebutuhan MCK yang aman untuk semua. MCK merupakan salah satu tempat rentan bagi perempuan karena disitu potensial terjadi pelecehan seksual. Disamping itu perlu perhatian khusus untuk difabel dan lansia karena lansia dan difable seringkali diabaikan bahkan tidak dipahami bahwa mereka memiliki kebutuhan khusus dalam menggunakan fasilitas MCK.
  • Pemulihan Psikologis. Ini penting untuk warga terutama untuk anak-anak yang mengalami ketakutan, kecemasan dan berbagai masalah akibat gempa yang besar.
  • Dukungan kegiatan ekonomi. Aktivitas ekonomi sudah mesti digerakkan dan salah satunya adalah menyediakan modal sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang dimiliki oleh para korban.
  • Dukungan kegiatan pendataan dan pemantauan.

Tim Pos PEREMPUAN:

  • Lembaga Pengembangan Sumber Daya Mitra, Nusa Tenggara Barat
    Ririn Hayudiani (Koordinator): 0818 543798
    Tulu’ul Fajriani (Lulu): 0853 33660021
    Bahran Ilmi: 0812 3713257
    Hana Rohana: 0812 39483864
    Sri Budi: 0852 38907354
    Evi Fatmi Nefowati: 0813 39630645
    Muslihatun: 0819 97627599
  • Institut KAPAL Perempuan, Jakarta
    Misiyah: 0811 1492264
    Budhis Utami: 0813 10108334
    Indri SS: 0812 94210757
    Ulfa Kasim: 0813 25161996
  • Sekolah Perempuan Desa Sukadana, Bayan, Sokong dan Teniga
    Sara’iyah (desa Sukadana): 0877 65917976
    Suharni (Desa Sokong): 0878 81758895
    Singaden (Desa Bayan): 0878 64644642
    Dewi (Desa Teniga): 0831 29286137
  • Relawan Tetap:
    Ria Apriani: 0813 39889174

Alamat Lengkap:

  1. LPSDM: Alamat: Jalan RA. Kartini 16A, Rakam, Selong, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, kode pos 83619, tlp: +62 376 21491, email: office@lpsdmitra.org
  2. Institut KAPAL Perempuan: Jl. Kalibata Timur Raya no.18 Jakarta Selatan, telp. 021-7988875, Email: office@kapalperempuan.org, www.kapalperempuan.org, Facebook: Institut Kapal Perempuan, Fanpage: INSTITUT KAPAL Perempuan.
  3. Desa Sukadana: Jl. Tanjung Bayan Desa sukadana, Kec. Bayan, KLU. Kodepos 83354.
  4. Desa Bayan: Jl. Pariwisata Lintas Bayan Desa Bayan, Kec. Bayan, KLU. Kodepos 83354.
  5. Desa Sokong: Jl. Raya Tanjung Bayan, Kec. Tanjung, KLU. Kodepos 83352.
  6. Desa Tenige: Jl. Prawira Batu Lilir Km 8, Kec. Tanjung, KLU. Kodepos 83352.

Pos PEREMPUAN ini diharapkan dapat dikembangkan dalam jangka Panjang terutama untuk mengembangkan “Desa Tangguh Bencana Responsif Gender dan Inklusif”. Sebuah inisiatif masyarakat berbasis potensi yang telah ada yaitu para kader-kader perempuan yang selama ini mengelola Pos PEREMPUAN. Mereka telah membuktikan bahwa dalam situasi sulit masih mampu bangkit dan menerapkan perspektif gender dalam pengungsian. Misalnya menginisiasi peraturan untuk mencegah pelecehan seksual, melakukan pendataan secara pilah laki-laki, perempuan, bayi, anak-anak, lansia dan difabel dan lain-lain.

[1] Diinisiasi oleh Lembaga Sumber Daya Mitra (LPSDM), Institut KAPAL Perempuan dan Sekolah Perempuan yang selama 5 tahun ini bermitra dalam program MAMPU dan mengembangkan Gerakan Gender Watch di Lombok Utara dan Lombok Timur.  

————————————————————————

Daftar Donatur dan Relawan Gempa Di Lombok Utara, NT

  1. Amila, Jakarta 
  2. Asppuk, Lombok NTB 
  3. Aulia Putri, Jakarta 
  4. Didik dan Husain 
  5. Ely, Lombok NTB 
  6. Endras Iswarini, Jakarta 
  7. Eni Hernawati, 
  8. Esti, Solo 
  9. Fitriatun, Lombok NTB 
  10. Gusti Ayu 
  11. Hendarti + Suami 
  12. Heny Supolo, Jakarta  
  13. Ibu Ati Nurbaiti, Jakarta 
  14. Ibu Sita, Bali 
  15. Institut KAPAL Perempuan, Jkt 
  16. Ibu Tini Hadad, Jakarta 
  17. Ibu Yuda, Jakarta 
  18. Jaringan Buruh Migran, Jakarta 
  19. Kelompok Arisan Camoro Jajar 
  20. Kolega Ibu Sita, Bali 
  21. Komunitas Sri 
  22. KPSH (arum) 
  23. LP2M 
  24. LPSDM (NTB) 
  25. Mampu, Jakarta 
  26. Mb. Endah 
  27. Mimi Kowel 
  28. Ningsih dan Tim 
  29. NN, Bogor
  30. NN, Jakarta
  31. NN, Jakarta 
  32. NN 
  33. NN 
  34. NN 
  35. NN 
  36. NN 
  37. NN 
  38. NN 
  39. NN 
  40. NN 
  41. NN 
  42. NN 
  43. NN 
  44. NN 
  45. NN 
  46. NN 
  47. NN 
  48. NN 
  49. NN 
  50. NN 
  51. NN 
  52. NN 
  53. NN 
  54. NN 
  55. NN 
  56. NN 
  57. NN 
  58. NN
  59. Norma Manalu
  60. Nur Imratus
  61. Nurbaiti
  62. Paytren
  63. PBT, Padang
  64. Pinky, Jakarta
  65. Pondok Pergerakan, Kupang
  66. Primatta Romana, Australia
  67. PT.Kaltim Diamond Coal
  68. Puzi Lisa Lestariah
  69. Qorihani, Jakarta
  70. Rahima, Jakarta
  71. Ratna Saptari, Jakarta
  72. Rini Wijaya Ningsih
  73. RT 8 Puri Depok Mas, Depok
  74. Sekolah Perempuan, Jakarta
  75. Sada Amo
  76. Sihar Lumban Goal
  77. Silfiana Ganda
  78. Sunjoyo
  79. Teman Ibu Mies Grein
  80. Tim LPSDM
  81. Tri Oktaviatif
  82. Vivi George, Manado
  83. Veronica, Jakarta 
  84. Yani Arifin
  85. YAPIKA, Jakarta
  86. YKP, Jakarta
  87. Tim PATAGA Indonesia

Mohon maaf jika ada nama-nama donatur yang belum tercantumkan dalam daftar ini, kami sedang mengecek ulang.