Siaran Pers Institut KAPAL Perempuan Peringatan Hari Kartini

Jakarta, 21 April 2020

“Tidak hanya ancaman kehilangan pekerjaan dan kelaparan dalam Pandemi Covid19, perempuan mengalami masalah berlipat diantaranya adalah potensi kekerasan dalam rumah tangga yang tidak tertangani, mandegnya layanan kesehatan reproduksi, menanggung beban dalam memastikan terpenuhinya tugas anak-anak sekolah dan pangan keluarga tercukupi agar terus hidup”

Inilah yang menjadi dasar Institut KAPAL Perempuan bersama Pondok PERGERAKAN NTT, LPSDM Nusa Tenggara Barat, KPS2K Jawa Timur, YKPM Sulawesi Selatan dan PBT Padang, menyelenggarakan peringatan Hari Kartini melalui takshow virtual bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ibu I Gusti Ayu Bintang Darmawati. Hadir aktivis dari organisasi perempuan yang bekerja di berbagai wilayah Indonesia yaitu PEKKA, Koalisi Perempuan Indonesia, HAPSARI, Migrant CARE, Kalyanamitra dan para pemimpin perempuan akar rumput dari Sekolah Perempuan Kupang, Lombok Utara, Lombok Timur, Gresik, Pangkajene dan Kepulauan, Bantaran Kali Ciliwung, Padang serta Desbumi Jember.

Talkshow virtual yang dipandu oleh Sonya Hellen Sinombor seorang perempuan jurnalis KOMPAS ini dimaksudkan untuk mempertajam perspektif perempuan dalam menganalisis dan menangani pandemi covid 19. Isu-isu krusial dari cara pandang perempuan dan masalah-masalah spesifik perempuan dan aksi nyata perjuangan perempuan akan diangkat dalam forum ini. Partisipan berasal dari berbagai kalangan diantaranya pemerintah daerah dan nasional, aktivis perempuan, aktivis NGO dari berbagai sektor, mitra pembangunan Indonesia luar negeri, akademisi, jurnalis, kalangan milenial, perempuan akar rumput yang jumlahnya sekitar 150 partisipan dari Aceh, Bengkulu, Sumatera Utara, Gorontalo, Sumatera Barat, Bali, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Jakarta.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak akan menyampaikan strategi Kementeriannya dalam berkolaborasi dengan Kementerian lainnya khususnya Kementerian Koperasi, Kementerian Desa dan Usaha kecil Menengah, dan Kementerian Sosial dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19) untuk memberikan perhatian khusus pada isu-isu perempuan dan anak.

Adapun perempuan akar rumput dan organisasi yang mendampingi akan mengangkat isu-isu krusial dan upaya-upaya yang dilakukan sesuai dengan konteks desa, pesisir, miskin kota, pegunungan dan kepualauan terpencil. Beberapa strategi yang diangkat adalah bagaimana melakukan edukasi komunitas yang terintegrasi dengan pemenuhan kebutuhan mendesak dan merespons isu-isu gender. Di tingkat advokasi melakukan desakan masuknya perempuan dalam Gugus Tugas tingkat desa, mempengaruhi alokasi anggaran desa dan kabupaten untuk penanganan covid 19 dengan memasukkan isu-isu gender.

Ada lima perwakilan organisasi yang direpresentasikan oleh Nani Zulminarni, Mike Verawati Tanka, Listyawati, Lely Zailani dan Zulyani Evi akan mengangkat isu-isu khusus dan strategi merespons di kalangan perempuan kepala keluarga, perempuan pedesaan, nelayan, perkebunan, disabilitas, pekerja informal, perempuan buruh migran, pelaku usaha perempuan dan lain-lain.

Sebagaimana pembukaan yang disampaikan oleh direktur Institut KAPAL Perempuan, Misiyah bahwa “talkshow virtual ini dimaksudkan untuk terus mengingatkan dan mempertajam kepekaan terhadap isu gender dalam merespons kebencanaan. Peringatan Hari Kartini ini di masa pandemi covid 19 ini diharapkan semakin membuka kesadaran semua pihak untuk melakukan tindakan nyata bagi perempuan karena perempuan memiliki beban berlipat sekaligus perempuan memiliki kebertahanan berlapis”.

Misiyah, Direktur Institut KAPAL Perempuan
Email: misi@kapalperempuan.org, WA: 08111492264, www.kapalperempuan.org