Tekad Perempuan – Kemerdekaan Perempuan 17 Agustus 2016

Upacara adalah media, tetapi makna KEMERDEKAAN bagi perempuan adalah mengenali belenggu penindasan pada dirinya dan berjuang melepaskannya.

Momentum memperjuangkan KEMERDEKAAN dilakukan oleh para perempuan di bantaran sungai Ciliwung bersamaan dengan peringatan kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 2016. Yang terpenting dalam upacara ini, para perempuan Bantaran Sungai Ciliwung menyadari bahwa KEMERDEKAAN PEREMPUAN masih harus diperjuangkan. Salah satunya melepaskan belenggu perkawinan anak yang masih banyak dialami perempuan. Oleh karena itu mereka menyatukan perjuangan dan menyatakan tekad bersama.

TEKAD PEREMPUAN

Kami, Perempuan Indonesia Bantaran Kali Ciliwung, didukung perempuan dari berbagai kalangan, bertekad untuk menentang perkawinan anak dan menuntut pemerintah dan legislatif untuk menghentikannya dengan upaya-upaya yang mendorong dan mendesak:

  1. Pemerintah untuk membuat peraturan yang menghapuskan perkawinan anak karena telah membuat perempuan putus sekolah dan menghilangkan kesempatan perempuan mengikuti wajib belajar 12 tahun.
  2. Kementerian dan Lembaga Pemerintah yang bertanggungjawab terhadap kesehatan, pendidikan dan pemberdayaan masyarakat memberikan pendidikan kepada masyarakat untuk menghentikan perkawinan anak karena menjadi salah satu penyebab kematian ibu, kematian anak dan kelahiran generasi-generasi muda Indonesia dengan tingkat gizi yang buruk.
  3. Kementerian Pemberdayaan Perempuan mempelopori penghapusan perkawinan anak karena menimbulkan kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan seksual dan kekerasan ekonomi.
  4. Kementrian dan lembaga pemerintah yang bertanggung jawab dalam penanggulangan kemiskinan turut mengatasi karena perkawinan anak telah membuat perempuan jatuh dalam kemiskinan dan tidak dapat berpartisipasi dalam pembangunan.

Jakarta, 17 Agustus 2016

Atas Nama,

Perempuan Indonesia Bantaran Kali Ciliwung didukung oleh perempuan dari berbagai kalangan.