Posko PEREMPUAN di Lombok, NTB

UPDATE DISTRIBUSI BANTUAN

Selasa, 8 Agustus 2018

Posko PEREMPUAN di Lombok didirikan sejak gempa yang pertama pada tanggal 29 Juli 2018 atas inisiasi Lembaga Pengembangan Sumber Daya Mitra (LPSDM), Institut KAPAL Perempuan dan Sekolah Perempuan. Posko PEREMPUAN ini didirikan untuk semua dan memberikan perhatian khusus pada kelompok paling rentan. Gempa kedua pada tanggal 5 Agustus 2018 yang menyebabkan 95% bangunan di Kabupaten Lombok Utara hancur. Jumlah korban jiwa, luka-luka dan yang mengungsi semakin banyak. Pemerintahan lumpuh karena kantor-kantor juga terkena dampak gempa.

Dalam kesimpangsiuran informasi akses jalan menuju desa untuk mendistribusikan bantuan, Tim POSKO PEREMPUAN meyakinkan diri pergi ke lima desa, yaitu Desa Bayan, Sukadana, Sambik Elen, Tenige dan Sokong. Kedua desa terakhir baru mendapat bantuan karena akses yang parah dan tidak terjangkau. Bahkan warga belum mendapat bantuan tenda sehingga mereka tidur di tempat terbuka.

Pada saat mendistribusi bantuan, terjadi gempa susulan sehingga warga yang berkumpul berteriak, saling berpelukan dan menangis. Ini menunjukkan bahwa warga mengalami trauma karena gempa susulan masih terus terjadi. Bahkan ada warga yang mengungsi ke daerah lain dengan mobil pick up terbuka sehingga Lombok Utara semakin senyap ditinggal sebagian warganya. Debu-debu runtuhan rumah masih terasa pekat.

 

Bantuan dari para donatur yang didistribusikan adalah makan jadi (nasi bungkus), beras, telur, susu, minyak, air mineral, pampers, sabun, obat-obatan umum (minyak kayu putih) pasta dan sikat gigi, biskuit.

Jumlah warga yang terjangkau di desa Sukadana dan Sambik Elen sebanyak 468 jiwa

Jumlah warga yang terjangkau di desa Bayan sebanyak 546 jiwa

Jumlah warga yang terjangkau di desa Sokong dan Tenige sebanyak 678 jiwa

 

Distribusi untuk warga Desa Tenige dan Sokong diserahkan di jalan besar desa Sokong. Tim Posko Perempuan LSPDM dan KAPAL Perempuan tidak bisa masuk di dua desa tersebut karena jalan yang rusak terkena longsor. Bantuan utk Desa Sokong diserahkan kepada Kepala Dusun (Kadus) dan pengurus Posko Perempuan dari anggota Sekolah Perempuan, Suharni.

Pengurus Posko Sekolah Perempuan di Desa Bayan, Sambik Elen dan Sukadana terpaksa mengambil bantuan di jalan besar karena mobil pengangkut barang tidak bisa masuk ke dua desa tersebut karena jalan yang rusak yang hanya dapat dilalui motor. Ketua Posko Perempuan Desa Sukadana, Ibu Sarakiyah dan tim-nya akan mendistribusi bantuan bukan hanya ke Desa Bayan tetapi juga Desa Sambik Elen yang juga belum mendapat bantuan. Fokus utama Posko Sekolah Perempuan adalah desa dan dusun-dusun yang terisolasi.

Terima kasih untuk saudara yang telah bersolidaritas. Dalam dua minggu ini, bantuan akan terus didistribusikan.