Wacana

”Merdeka” di Mata Perempuan Akar Rumput

HUT KEMERDEKAAN KE-75 RI   Oleh: SONYA HELLEN SINOMBOR 18 Agustus 2020 – 07:15 WIB https://www.kompas.id/baca/humaniora/2020/08/18/merdeka-di-mata-perempuan-akar-rumput/   Kendati Indonesia sudah merdeka selama 75 tahun, sampai saat ini masih banyak perempuan yang mengalami kekerasan dan diskriminasi. Karena itu, perempuan di akar rumput kini bangkit mendobrak budaya patriarki. Kata ”merdeka” bagi setiap perempuan di Tanah Air memiliki

[ Read More ]

Hari Pekerja Rumah Tangga (PRT) Internasional

Jalan Berliku Pekerja Rumah Tangga Menanti Pengakuan Negara Peringatan Hari PRT Internasional kembali mengingatkan akan nasib para pekerja rumah tangga yang hingga kini masih di posisi marjinal. Pengakuan hukum bisa menjadi upaya yang bisa dilakukan untuk melindungi mereka. Oleh: Sonya Hellen Sinombor (16 Juni 2020) https://kompas.id/baca/humaniora/dikbud/2020/06/16/jalan-berliku-pekerja-rumah-tangga-menanti-pengakuan-negara/   Dibutuhkan, tetapi tak pernah diakui keberadaannya. Begitulah nasib

[ Read More ]

Sujatin, Penggagas Kongres Perempuan Indonesia Tahun 1928

Setiap tanggal 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu yang biasanya dirayakan dengan memberikan ucapan terima kasih atas peran-peran domestik perempuan. Mengukuhkan peran domestik perempuan. Padahal berdasarkan sejarah, tanggal tersebut diperingatinya sebagai tonggak Pergerakan Perempuan Indonesia yang ditandai dengan diselenggarakannya Kongres Perempuan Indonesia yang pertama pada tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta. Dalam kongres tersebut, agendanya

[ Read More ]

Auw Tjoei Lan: Pejuang Perempuan Tionghoa dalam Memberantas Perdagangan Perempuan

Seri Tokoh Perempuan Nusantara (1) Auw Tjoei Lan, seorang perempuan Tionghoa yang memiliki dedikasi tinggi dalam memberantas perdagangan perempuan. Dia lahir di Majalengka pada tahun 1889 dan berasal dari keluarga yang berkecukupan dan cukup terpandang. Ayahnya Auw Seng Ho adalah seorang Kapitan Tionghoa dan pemilik kebun tebu dan pabrik gula dan dikenal sering melakukan kegiatan

[ Read More ]

Interview with Misiyah: Gender Parity in Education is Important

TUESDAY, APRIL 04, 2017 Misiyah, Director, Institute for Alternative Education for Girls: Gender Parity in Education is Important Indonesia’s child marriage rate stands at 23 percent, in spite of the Central Statistics Agency (BPS) report, prepared in collaboration with the United Nations Children’s Fund (Unicef). According to the 2016 report, last year’s child marriage rate

[ Read More ]

Merawat Kebhinekaan dan Demokrasi di Indonesia

“Kebhinekaan dan Demokrasi” bukan semata-mata peristiwa publik, namun keduanya ada dan bergerak mulai dari ruang-ruang privat dari dalam kehidupan pribadi, keluarga-keluarga dan komunitas terdekat. Kebhinekaan dan demokrasi ada dalam pikiran, kesadaran kritis dan sikap-sikap perilaku sehari-hari. Kesadaran dan tindakan ini kemudian dipupuk dan digerakkan menjadi kesadaran kolektif, dimulai dari membuka sekat atas identitas masing-masing, membangun

[ Read More ]

Sunat Perempuan: Kekerasan Seksual terhadap Perempuan yang Diabaikan Negara

Bermula dari dihilangkannya indikator sunat perempuan dalam dokumen pembahasan tujuan 5 SDGs tentang kesetaraan gender di Bappenas pada 26 Juli 2016.  Untuk mencegah hilangnya indikator tersebut maka Koalisi Masyarakat Sipil untuk SDGs menyelenggarakan Konferensi Pers (4 Agustus 2016) karena sunat perempuan merupakan salah satu kekerasan seksual terhadap perempuan. Sayangnya negara menganggap ini bukan masalah di

[ Read More ]

Aspek-aspek Perubahan dalam Pendidikan Feminis

Terinspirasi oleh tulisan St Sunardi (2002) dalam artikelnya yang berjudul Mencari Profil Pendidikan Kritis, KAPAL Perempuan mencoba mengembangkan aspek-aspek perubahan ini yang penamaannya hampir mirip atau bahkan sama seperti yang diperkenalkan oleh St Sunardi tetapi dengan uraian yang berbeda karena dikontekskan dengan pengalaman KAPAL selama ini. Pendidikan feminis dapat dikatakan berhasil jika aspek-aspek penting dalam

[ Read More ]