Festival Kemerdekaan Perempuan Indonesia: Perempuan, Disabilitas dan Kelompok Marjinal Merdeka, untuk Indonesia Terus Melaju
Siaran Pers Peringatan 78 Tahun Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Institut KAPAL Perempuan, KPS2K Jawa Timur, LPSDM NTB, YKPM Sulsel, PEKA-PM […]
Siaran Pers
Peringatan 78 Tahun Hari Kemerdekaan Republik Indonesia
Institut KAPAL Perempuan, KPS2K Jawa Timur, LPSDM NTB, YKPM Sulsel, PEKA-PM NTT, PBT Padang, BAKUMDIK Banten, Balisruti Bali, LBH Perempuan dan Anak Morotai
Festival Kemerdekaan Perempuan Indonesia:
Perempuan, Disabilitas dan Kelompok Marjinal Merdeka, untuk Indonesia Terus Melaju
Pada peringatan hari kemerdekaan Indonesia yang ke 78 tahun tahun 2023 ini, Gerakan Bersama GEDSI Watch dan Sekolah Perempuan Nusantara yang bekerja di 9 (sembilan) provinsi di Indonesia memiliki keprihatinan yang mendalam pada (1) masalah kekerasan terhadap perempuan yang setiap hari terus meningkat meskipun telah lahir UU TPKS; (2) pengabaian terhadap hak-hak penyandang disabilitas, diskriminasi dan kekerasan yang mereka alami; (3) kekerasan yang terus terjadi karena perbedaan keyakinan dan menguatnya nilai-nilai konservatifisme, tanpa penanganan yang serius dan; (4) eksklusi sosial pada kelompok karena usia, suku, ras, wilayah geografis dan seksualitasnya.
Semua masalah ini telah berdampak pada pemiskinan dan pelanggaran hak-hak warga negara terutama hak atas rasa aman sebagai warga negara. Ini adalah bentuk pelanggaran terhadap amanat konstitusi yaitu “keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia”. Tema Kemerdekaan HUT Kemerdekaan “Terus Melaju untuk Indonesia Maju” ini akan menjadi slogan yang sulit dicapai jika separuh bahkan lebih penduduk Indonesia dengan masalah di atas diabaikan.
Keprihatinan tersebut direspon oleh Gerakan GEDSI Watch dan Sekolah Perempuan yang bekerja di Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Barat, Bali, Banten, Maluku Utara dan DKI Jakarta dengan menyelenggarakan Festival Kemerdekaan Perempuan Indonesia dengan tema “Perempuan, Disabilitas dan Kelompok Marjinal Merdeka, untuk Indonesia Maju”. Festival yang dilaksanakan sejak 9 hingga 24 Agustus 2023 mengkampanyekan segala keprihatinan yang terjadi dan yang selama ini sudah diperjuangkan. Di tengah pelaksanaan festival, yaitu pada 17 Agustus 2023 secara serentak akan dilaksanakan upacara pengibaran bendera merah putih sebagai bentuk komitmen untuk terus memperjuangkan perempuan, penyandang disabilitas dan kelompok marginal lainnya menjadi warga yang juga merdeka.
Kegiatan-kegiatan dalam Festival Kemerdekaan Perempuan Indonesia ini, adalah:
- Pawai Budaya Perempuan Semeru Merdeka di Lumajang
- Deklarasi Resiliensi Perempuan Pendamping Korban Kekerasan Seksual di Gresik
- Pawai, Pentas Seni Perempuan Minang dan Demplot Pangan di Padang Pariaman
- Pawai Budaya perempuan “Tak ada lagi kekerasan” di Serang
- Diskusi publik “Lindungi Kelompok Rentan dari Kekerasan Seksual” di Denpasar
- Buka Layanan “Sehari bersama lansia dan disabilitas” di Lombok Timur
- Festival Pengolahan Pangan Lokal untuk Perubahan Adaptasi Iklim di Lombok Utara
- Kemah Perempuan Pemimpin di Pulau Morotai
- Bazar Sekolah Perempuan “1 Tahun Café Sipurennu” di Pangkajene Kepulauan
- Pentas Seni Perempuan di Mamuju
- Jalan Budaya “Perempuan Berdaya” di Kupang
Narahubung:
- Institut KAPAL Perempuan: Budhis Utami (Direktur Institut KAPAL Perempuan), Hp: 081310108334; Ulfa Kasim (Wakil Direktur Program), HP. 081287228617
- KPS2K Jawa Timur: Sinta, Hp: 082111374666
- YKPM Sulawesi Selatan: Ros, Hp: 08114611011
- PBT Sumatera Barat: Mariyuna, Hp: 085207839418
- LPSDM NTB: Tulu’ul Fajriani, Hp: 085333660021
- PEKA PM NTT Kupang: Yerni Selly, Hp: 081283506487
- Bali Sruti Denpasar: Andani Pertiwi, Hp: 087762876070
- LBH Perempuan dan Anak Morotai: Julyati, Hp: 081243944629
- Bakumdik Banten: Ahmad Bhaidowi, Hp: 081906161388
- Sekolah Perempuan Jakarta: Khusnul Khotimah, Hp: 081381534135
Indonesia
English