Kegiatan

Seni dan Gerakan

Pendekatan seni dan budaya dalam penguatan masyarakat sudah dilakukan oleh berbagai organisasi gerakan tapi jumlahnya masih terbatas. Padahal menyampaikan sesuatu dengan menyenangkan akan membuat orang mudah memahami dan tersentuh hatinya. Kami mendiskusikan ini dengan narasumber Melanie Subono pada 1 Februari 2017. Melanie adalah seniman, musik dan film. Dia juga mendedikasikan dirinya juga untuk isu lingkungan

[ Read More ]

Sekolah Perempuan, Memantau Perlindungan Sosial

“Memanipulasi bantuan Raskin, beban bagi saya selaku Bendahara. Harga dinaikkan, jatah dikurangi dan berasnya jelek lagi. Sejak mengikuti diskusi-diskusi tentang program-program penanggulangan kemiskinan, salah satunya Raskin, di Sekolah Perempuan, saya bisa menurunkan harga Raskin dari yang tadinya Rp 2.600 per kg menjadi Rp 1.600 per kg sesuai aturannya” (Ning Setyani, Ketua Sekolah Perempuan Bidaracina) Sebuah

[ Read More ]

“Gender Watch” sebagai Wujud Partisipasi Perempuan dalam Program Perlindungan Sosial

Kata-kata ini yang sering terdengar ketika masyarakat miskin terbentur dengan masalah kesehatan Kesehatan adalah hak dasar bagi setiap warga negara dimulai sejak janin dalam kandungan sampai manusia meninggal dunia. Perlindungan kesehatan yang gratis dan bermutu adalah wujud perlindungan negara bagi warga negara. Apa yang terjadi jika negara tidak hadir dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi warga

[ Read More ]

Belajar dari Kehidupan

“Tidak mudah membangun gerakan perempuan karena ada penolakan dari keluarga terdekat, yaitu suami.  Tapi tantangan itu justru membuat perempuan semakin kuat. Semula saya berpikir, itu rasanya tidak mungkin terjadi pada perempuan”. Demikian salah satu pernyataan dari seorang mahasiswa dari Hanyang University, Korea dan Institute of Asian and Africa Studies, Moscow State University setelah belajar selama

[ Read More ]

Tekad Perempuan – Kemerdekaan Perempuan 17 Agustus 2016

Upacara adalah media, tetapi makna KEMERDEKAAN bagi perempuan adalah mengenali belenggu penindasan pada dirinya dan berjuang melepaskannya. Momentum memperjuangkan KEMERDEKAAN dilakukan oleh para perempuan di bantaran sungai Ciliwung bersamaan dengan peringatan kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 2016. Yang terpenting dalam upacara ini, para perempuan Bantaran Sungai Ciliwung menyadari bahwa KEMERDEKAAN PEREMPUAN masih harus diperjuangkan. Salah satunya

[ Read More ]

Jika Tidak Mendengar Suara Perempuan, Tak Mungkin Mengetahui Kebutuhan Mereka

Ada 159 Anggota Sekolah Perempuan dari Kelurahan Rawajati, Bidaracina dan Kampung Jati mengikuti diskusi “Advokasi Pengarusutamaan Gender (PUG) di Bidang Ekonomi diselenggarakan oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) DKI Jakarta pada 31 Mei, 1-2 Juni 2016.  Kegiatan ini diselenggarakan di tiga kelurahan secara terpisah. Ini baru pertama kali pemerintah mengundang anggota Sekolah

[ Read More ]

Refleksi Bersama Membangun Platform Gerakan Perempuan dengan Perspektif Feminisme dan Pluralisme

Surabaya, 15 Agustus 2016 Menjelang 71 tahun  Indonesia merdeka, kemerdekaan apakah yang telah didapat perempuan Indonesia? Perempuan belum mendapat kemerdekaan, tak banyak yang berubah pada kondisi perempuan Indonesia. Inilah yang muncul dalam Peluncuran buku Tumbuhnya Gerakan Perempuan Indonesia Masa Orde Baru yang dilanjutkan dengan Seminar yang merupakan kerjasama Institut KAPAL Perempuan, FISIP-Unair dan ASWGI (Asosiasi

[ Read More ]

Peluncuran Sekolah Perempuan Pulau Kabupaten Pangkep

sebuah awal untuk mengubah hidup perempuan miskin pulau untuk kesetaraan dan kesejahteraan (sebuah catatan kecil) “Saya sengaja membawa perahu ini sebagai simbol perjuangan saya untuk mendapatkan pengakuan sebagai nelayan perempuan. Saya telah melaut sejak umur saya 12 tahun untuk menghidupi keluarga saya. Tapi karena saya perempuan, saya tidak pernah diakui sebagai nelayan, karena itulah saya

[ Read More ]

Politik Perempuan Pulau

Perempuan pulau tidak pernah punya pilihan selain mengikuti pilihan suami dan orang tuanya. Apalagi pilihan politik menentukan pemimpinnya. Saat ini, mereka merasa waktunya untuk berubah. Mereka mulai merebut ruang dan kesempatan untuk menentukan pilihannya sendiri. Selama ini, dalam memilih pemimpinnya, perempuan pulau di Kabupaten Pangkep (Pangkajene dan Kepulauan) hanya mengikuti pilihan orang tua, suami. Kadang

[ Read More ]

“Komunitas Belajar Perempuan Akar Rumput untuk Membangun Kepemimpinan Perempuan dan Penghentian Kemiskinan”

Salah satu strategi yang dikembangkan dalam Gerakan Gender Watch-MAMPU adalah membangun komunitas-komunitas belajar di tingkat desa dan kampung-kampung. Mereka belajar dalam wadah Sekolah Perempuan untuk memperkuat perspektif gender, membangun toleransi dan mengembangkan kemampuan untuk keluar dari kemiskinan. Setelah berlangsung 1 tahun, Yayasan Alfa Omega (YAO-Kupang) menyelenggarakan Peluncuran Sekolah Perempuan. kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkenalkan keberadaan

[ Read More ]