Kegiatan

Pelantikan Sekolah Keterampilan Kerja untuk PRT

Hari ini, 19 November 2017 Jala PRT menyelenggarakan Pelantikan untuk siswa yang lulus angkatan pertama Sekolah Ketrampilan Kerja untuk Pekerja Rumah Tangga. Lita Anggraini, koordinator Seknas Jala PRT dalam sambutannya bahwa ketrampilan dan keahlian yang diberikan bukan hanya untuk mendapatkan ketrampilan tetapi juga untuk perjuangan hak. Mendapatkan pengetahuan adalah hak PRT. Peserta Sekolah Ketrampilan angkatan

[ Read More ]

TOT Pendidikan Feminis: Kepemimpinan Perempuan untuk Kesetaraan dan Perdamaian

TOT Pendidikan Feminis: Pemimpin Perempuan untuk Kesetaraan dan Perdamaian. #Hari Pertama Pembukaan oleh Ibu Misi, Direktur Institut KAPAL Perempuan, 15 Oktober 2017. TOT ini dilaksanakan tanggal 15-19 Oktober 2017 di Depok, Jawa Barat. Bahwa TOT Pendidikan Feminis ini dilakukan sebagai salah satu penyikapan meningkatnya sikap intoleransi, menguatnya sekat-sekat antar kelompok yang berbeda yang memungkinkan terjadinya

[ Read More ]

Jangan Meninggalkan Perempuan, Anak-anak dan Masyarakat yang Selama ini Sudah Dimarjinalkan

Sudah dua tahun, pemerintah berkomitmen melaksanakan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau SDGs tetapi menurut para narasumber yang hadir dalam Konferensi Pers yang dikoordinir INFID menyatakan pemerintah masih jalan di tempat. Artinya belum menunjukkan perkembangan berarti. Misiyah, Direktur KAPAL Perempuan, sebagai salah satu narasumber dalam Konferensi Pers tersebut menyatakan bahwa pemerintah harus konsisten dengan kampanye internasional

[ Read More ]

Transek, Pemantauan dan Sekolah Perempuan

Transek adalah salah satu alat PRA (Participatory Rural Appraisal) untuk mengetahui situasi dan sumber daya masyarakat di suatu wilayah dengan cara berjalan menelusuri wilayah tersebut (desa/kelurahan). Hasilnya kemudian dibuat dalam bentuk bagan atau gambar irisan muka bumi. Metode ini dipakai oleh anggota Sekolah Perempuan yang tergabung dalam Tim Pemantau Komunitas dalam rangka pemantauan pelaksanaan Program

[ Read More ]

Perempuan untuk Memperkuat Nilai-Nilai Kemerdekaan

SEKITAR 160 perempuan yang terdiri dari anggota Sekolah Perempuan dari Kelurahan Bidara Cina, Jatinegara Kaum, Rawajati, Institut KAPAL Perempuan, aktivis perempuan dan Pekerja Rumah Tangga (PRT), tadi pagi melaksanakan upacara dalam rangka memeringati Hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia di Gelanggang Remaja, Jakarta Timur, Kamis (17/8). Direktur Institut KAPAL Perempuan Misiyah dalam rilisnya yang diterima mediaindonesia.com

[ Read More ]

Perempuan Memantau Program Perlindungan Sosial

Pematauan/Monitoring adalah MUDAH. Semua orang dapat melakukannya! Kegiatan pemantauan, monitoring evaluasi (monev) dan audit sosial seringkali dianggap pekerjaan besar, rumit dan ada pandangan hanya dapat dilakukan oleh orang pintar dengan pendidikan tinggi. Bahkan karena rumit dan sulit maka berbiaya tinggi. KAPAL Perempuan memposisikan diri bahwa siapapun dapat melakukan pemantauan. Tentu saja melalui proses belajar seseorang

[ Read More ]

Seni Adiluhung: Pengaturan Negara Terhadap Seni dan Tubuh Seniman Perempuan

Mengawali bulan Februari 2017, Institut KAPAL Perempuan mendapatkan narasumber yang sangat menarik untuk berbicara dalam diskusi tentang Seni dan Budaya. Beliau adalah Amrih Widodo. Saat ini mengajar di The Australian National University, Canberra. Ada dua topik penting yang disampaikan oleh narasumber, yaitu pengaturan negara terhadap berkesenian dan penggunaan kebudayaan sebagai spirit perjuangan untuk melawan penguasaan

[ Read More ]

Seni dan Gerakan

Pendekatan seni dan budaya dalam penguatan masyarakat sudah dilakukan oleh berbagai organisasi gerakan tapi jumlahnya masih terbatas. Padahal menyampaikan sesuatu dengan menyenangkan akan membuat orang mudah memahami dan tersentuh hatinya. Kami mendiskusikan ini dengan narasumber Melanie Subono pada 1 Februari 2017. Melanie adalah seniman, musik dan film. Dia juga mendedikasikan dirinya juga untuk isu lingkungan

[ Read More ]

Sekolah Perempuan, Memantau Perlindungan Sosial

“Memanipulasi bantuan Raskin, beban bagi saya selaku Bendahara. Harga dinaikkan, jatah dikurangi dan berasnya jelek lagi. Sejak mengikuti diskusi-diskusi tentang program-program penanggulangan kemiskinan, salah satunya Raskin, di Sekolah Perempuan, saya bisa menurunkan harga Raskin dari yang tadinya Rp 2.600 per kg menjadi Rp 1.600 per kg sesuai aturannya” (Ning Setyani, Ketua Sekolah Perempuan Bidaracina) Sebuah

[ Read More ]